along-lah.blogspot.com

18 January 2013

Mengikuti Teladan

Rumah Cahaya Kampung Sungai Tengas

  Mengikuti teladan orang lain itu tidak lebih dari apa yang telah diberikan kepada jiwa sejak awal mulanya, ketika cahaya masa bercampur dengan cahaya keabadian. Tetapi, mengikuti sebuah teladan bukan berarti memakai tanda-tanda dari tindakan-tindakan lahiriah dan menyatakan diri keturunan dari para awliya' yang beriman dari antara orang-orang yang bijaksana dan para imam. Sebagaimana difirmankan oleh Allah,

Pada hari ketika akan Kami panggil semua manusia bersama para pemimpinnya.
(QS Al-Isra' 17:71)

yaitu barang siapa mengikuti seseorang dengan terang-terangan mengatakan bahwa yang diikutinya itu suci. Dan firman-Nya yang lain,

Kemudian apabila sangkakala sudah ditiup, ketika itu tidak akan ada lagi perhubungan kekeluargaan dan saling tanya di antara mereka. (QS Al-Mu'minun 23:101)

  Amir Al-Mu'minin berkata, "Jiwa-jiwa itu adalah seperti pasukan yang dipanggil. Mereka yang mengenal satu sama lain menjadi dekat, dan mereka yang tidak mengenal satu sama lain berbeda satu sama lain." Muhammad ibn Al-Hanafiyah ditanya tentang siapa yang telah mengajarkan kepadanya kesopan-santunan, dan ia menyahut, "Tuhanku mengajarkan sopan-santun dalam diriku. Apa pun yang aku rasa bagus dalam diri orang-orang yang berakal dan berwawasan luas, aku ikuti dan aku manfaatkan; apa pun yang aku anggap buruk dalam diri orang yang bodoh aku hindari dan aku tinggalkan selamanya. Hal itu telah membawaku menuju jalan pengetahuan. Tidak ada cara yang lebih baik bagi orang beriman yang pandai daripada mengikuti teladan dari orang-orang lain, sebab itu jalan yang paling jelas dan tujuan yang paling baik." Dan Allah berfirman kepada Muhammad Saw., makhluk-Nya yang paling unggul,

Merekalah orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah, sebab itu ikutilah petunjuk mereka.
(QS Al-An'am 6:90)

Dalam ayat lain, Allah Swt. berfirman,

Lalu Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), "Ikutilah agama Ibrahim, seorang yang hanif." 
(QS Al-Nahl 16:123)

  Jika iman kepada Allah mempunyai jalan yang lebih lurus daripada mengikuti teladan orang lain, maka Dia pasti telah menganjurkannya kepada para nabi dan pendukung-Nya.
  Nabi bersabda, "Ada cahaya di dalam hati yang hanya dapat dihidupakan dengan cara mengikuti kebenaran dan menunjukkannya kepada jalan yang benar. Itu merupakan bagian dari cahaya para nabi yang telah dipercayakan di dalam hati orang-orang beriman."

-Lentera Ilahi-

12 January 2013

Manfaat Puasa

Sizzling Yee Mee

  Nabi Saw. bersabda. "Puasa merupakan perlindungan dari bencana dunia ini, dan selubung dari hukuman di akhirat." Jika kamu puasa, berniatlah untuk menahan dirimu dari nafsu-nafsu jasmaniah dan memutuskan hasrat-hasrat duniawi yang muncul dari gagasan-gagasan setan dan kawan-kawannya. Tempatkan dirimu pada kedudukan seseorang yang sedang sakit yang tidak meinginkan makanan maupun minuman; harapkan lah kesembuhan setiap saat dari penyakit perbuatan-perbuatan yang salah. Sucikan batinmu dari segala kebohongan, kekeruhan, kecerobohan, dan kegelapan yang mungkin telah memutuskanmu dari makna ketulusan demi Allah.
  Seseorang berkata kepada salah seorang sahabat, "Kamu telah lemah; puasa akan membuatmu semakin lemah." "Aku mempersiapkan puasa itu untuk menangkal kejahatan dari suatu hari yang panjang," katanya, "Kesabaran untuk mematuhi Allah lebih mudah daripada kesabaran untuk menahan hukuman-Nya." Dan Rasulullah pernah mengutip firman Allah, "Puasa itu dilakukan khusus untuk-Ku, dan cukuplah Aku sebagai pahalanya."
  Puasa membunuh hasrat diri dan nafsu keserakahan, dan dari situ timbul kesucian hati, kebersihan angota-angota badan, pengolahan jiwa dan raga, rasa syukur atas segala rahmat yang diberikan, sedekah untuk kaum miskin, meningkatnya permohonan yang terungkap dari kerendahan hati, kesederanaan, penyesalan kepada Allah; dan itu merupakan alasan untuk mematahkan aspirasi, meringankan hal-hal yang buruk, dan melipatgandakan perbuatan-perbuatan baik. Di situ terkandung manfaat-manfaat yang tak terbilang banyaknya. Cukuplah kami sebutkan sebagiannya untuk orang yang memahami dan diberi kemudahan untuk memanfaatkan puasa, jika Allah menghendaki.
Wasalam
-Lantera Ilahi-

Sticky Beef Rib

07 January 2013

Adab Tidur


  Tidurlah sebagaimana orang yang sedang tidur. Jangan tidur seperti orang yang sembrono. Sebab orang yang sadar di antara orang yang tajam pikirannya akan tidur untuk beristirehat, dan bukan tidur dengan sengaja untuk bermalas-malasan.
  Nabi bersabda, "mataku tertidur, tetapi hatiku tidak." Ketika kamu hendak tidur, berniatlah untuk meringankan bebanmu ke pundak para malaikat dan pisahkanlah dirimu dari segala nafsu, dan ujilah dirimu dengan tidurmu; sadarlah akan kenyataan bahawa kamu tidak mempunyai kemampuan dan lemah. Kamu tidak memiliki kekuasaan atas setiap gerakan dan kediaman yang kamu lakukan, kecuali atas penilaian dan perkenan Allah.
  Ketahuilah bahawa tidur adalah saudara kematian. Gunakanlah tidurmu sebagai penuntun menuju kematian, sebab tidak ada jalan untuk bangun dalam kematian atau untuk kembali guna memperbaiki tindakanmu begitu kamu telah melakukannya. Barang siapa tidur dengan melewatkan shalat wajib maupun shalat sunnah berarti telah melakukan kekeliruan, dan tidurnya adalah tidur orang yang sembrono dan merupakan jalan orang-orang yang kalah; dia bersalah. Barang siapa tidur setelah dia melakukan tugas-tugasnya, yaitu mendirikan shalat wajib maupun shalat sunnah, dan telah melaksanakan semua tanggungjawabnya, ia akan menikmati tidur yang terpuji. Saya tidak mengetahui adanya sesuatu yang lebih aman daripada tidurnya orang-orang pada masa kita ini. Kerana orang-orang tidak lagi menjaga iman mereka dan berhati-hati dalam melakukan perbuatan mereka. Mereka telah mengambil jalan kiri. Jika seorang hamba yang tulus beusaha untuk tidak berbicara tidak pada tempatnya, bagaimana mungkin dia tidak mendengar apa yang akan mencegahnya untuk tidak berbicara kecuali jika ada yang menjaganya? Tidur adalah salah satu penjaga itu. Sebagaimana difirmankan oleh Allah,

Sesungguhnya setiap penglihatan, pendengaran, dan pemikiran akan dimintai pertanggungjawabannya. (QS Al-Isra' 17:36
-Lantera Ilahi-

07 December 2012

Doa Kumayl


Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Ya Allah, aku bermohon kepada-Mu, dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu
dengan kekuasaan-Mu yang dengannya Engkau taklukkan segala sesuatu
dan karenanya merunduk segala sesuatu dan karenanya merendahkan segala sesuatu
dengan kemuliaan-Mu yang mengalahkan segala sesuatu
dengan kekuatan-Mu yang tak tertahankan oleh segala sesuatu
dengan kebesaran-Mu yang memenuhi segala sesuatu
dengan kekuasaan-Mu yang mengatasi segala sesuatu
dengan wajah-Mu yang kekal setelah punah segala sesuatu
dengan asma-Mu yang memenuhi tonggak segala sesutu
dengan ilmu-Mu yang mencakup segala sesuatu
dengan cahaya wajah-Mu yang menyinari segala sesuatu

Wahai Nur, wahai Yang Mahasuci!

Wahai Yang Awal dari segala yang awal!
Wahai Yang Akhir segala yang akhir!

Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang menuruntuhkan penjagaan.
Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang mendatangkan bencana.
Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang merusak karunia
Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang menahan doa
Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang merunkan bala’
Ya Allah, ampunilah segala dosa yang telah kulakukan
dan segala kesalahan yang telah kukerjakan
Ya Allah, aku datang menghampiri-Mu dengan zikir-Mu,
aku memohon pertolongan-Mu dengan diri-Mu,
aku bermohom pada-Mu dengan kemurahan-Mu,
dekatkan daku keharibaan-Mu,
sempatkan daku untuk bersyukur pada-Mu,
bimbinglah daku untuk selalu mengingat-Mu.
Ya Allah, aku bermohon pada-Mu dengan permohonan hamba yang rendah, 
hina dan ketakutan,
maafkan daku, sayangi daku, 
dan jadikan daku ridha dan senang pada pemberian-Mu.
dan dalam segala keadaan tunduk kepada-Mu

Ya Allah, aku bermohon pada-Mu
dengan permohonan orang yang berat keperluannya
yang ketika kesulitan menyampaikan hajatnya pada-Mu
yang besar kedambaannya untuk meraih 
apa yang ada di sisi-Mu

Ya Allah, mahabesar kekuasaan-Mu, 
mahatinggi kedudukan-Mu,
selalu tersembunyi rencana-Mu, selalu tampak kuasa-Mu
selalu tegak kekuatan-Mu, selalu berlaku kodrat-Mu
tak mungkin lari dari pemerintahan-Mu

Ya Allah, tidak kudapatkan pengampunan bagi dosaku,
tiada penutup bagi kejelekanku,
tiada yang dapat menggantikan
amalku yang jelek dengan kebaikan,
melainkan Engkau, Tiada Tuhan kecuali Engkau
Mahasuci Engkau dengan segala puji-Mu

Telah aku aniaya diriku
telah berani aku melanggar, karena kebodohan,
tetapi aku tenteram,karena bersandar pada sebutan-Mu dan karunia-Mu padaku
Ya Allah, Pelindungku,
betapa banyak kejelekan telah Kaututupi,
betapa banyak malapetaka telah Kauatasi, 
betapa banyak rintangan telah Kausingkirkan,
betapa banyak bencana telah Kautolakkan,
betapa banyak pujian baik yang tak layak bagiku telah Kausebarkan.

Ya Allah, besar sudah bencanaku, 
berlebihan sudah kejelekan keadaanku,
rendah benar amal-amalku, berat benar belenggu (kemalasanku).
Angan-angan panjang telah menahan manfaat dari diriku,
dunia dengan tipuannya telah memperdayaku,
dan diriku (telah terpedaya) karena ulahnya, dan karena kelalainku.

Wahai Junjunganku, 
aku bermohon pada-Mu dengan segala kekuasaan-Mu,
jangan Kaututup doaku karena kejelekan amal dan perangaiku

02 May 2012

Ke PWTC Lagi

Bersambung dari "Berjumpa Seseorang Di PWTC". Selepas membaca buku "Berpetualang Ke Aceh: Membela Syiar Yang Asal" rasa tak puas hati pulak. Apabila buku itu adalah sambungan dari buku "Berpetualang Ke Aceh: Mencari Diri Dan Erti". 'Ini tak boleh jadi, aku mesti kena beli buku tu jugak'. Isnin, 1.Mei.2012 aku pun ke Pesta Buku Antarabangsa 2012 di PWTC. Mesti kena beli. Gaji pun dah dapat. Apa lagi. Borong la..

Lebih kurang pukul 4 petang pun, aku sampai la di hadapan pintu masuk PWTC. Jom masuk ke dalam..
Buku-buku di Pustaka Darussalam

Buku-buku berunsur keagamaan


Untuk kaki-kaki novel.

Ada diskaun RM4.

Telaga Biru

Naik keatas. Nampaknya ramai juga orang nie.


Penerbitan Pelangi.

Hah! sampai dah tempat yang nak dituju. kedai yang bernama KERNADYA. Nampak ada buku yang aku nak tu.
Tapi si Penulisnya tidak ada, kerna di beritahu dia nak ke luar negara. Ada projek la tu.. Tapi ada seorang penulis novel lain 'Mimie Afinie'. Waa.. nak tandatangan jugak boleh?

Penulis novel Mimie Afinie tengah tandatangan.
Selesai membeli buku "Berpetualang Ke Aceh: Mencari Diri Dan Erti", tiba la masa nak balik rumah.. Tak sabar nak baca dah nie. Jom..

Alamak! Hujan pulak.. Macam mana nie?

Ah! baca dulu la. Sambil tunggu hujan berhenti. Kononnya la..

Tunggu lebih kurang sejam, aku pun redah jugak hujan tu. Sampai rumah pun pukul 8 malam dah. Basah lencun la jawapnya. Pulun sangat!!! Tak sabar nak baca. Sekarang dah pukul 3.04 pagi. Baru baca muka surat 13. Hah! pukul 3 pagi dah? Esok nak kerja. Bagun lambat lagi la nampaknya. Gatai sangat nak update blog. Amik kau!! Ok la.. Nak pegi Setting tempat tidur dulu. Ada masa aku merapu lagi la kt blog nie. hahaha!!! Sat nak tunjuk buku-buku yang telah di borong tadi..




Berjumpa Seseorang Di PWTC

Selepas mendapat berita dari penulis blog Merah Silu yang beliau berada di Pesta Buku Antarabangsa 2012 di PWTC. Aku pun merasa teringin sangat nak ke sana. Tambah pula mendapat petunjuk arah nak ke tempat beliau. Lihat sini. Pada hari Ahad 29.April.2012 pun aku sampai ke ke PWTC. Puas pusing-pusing akhirnya sampai juga dekat tempat beliau. Tanpa membuang masa aku mencari buku tulis beliau. Akhirnya aku memilih untuk membeli "Berpetualang Ke Aceh: Membela Syiar Yang Asal".
Buku yang telah di beli dengan harga RM23 selepas diskaun.
Minta beliau tandatangan sikit.


Bergambar untuk kenang-kenangan

Bahan bukti yang mengatakan telah di tandatangan.

Akhirnya dapat juga aku berjumpa dengan penulis buku dan blog Radzi Sapiee atau nama penanya Merah Silu. Terima kasih tak terhingga kepada beliau.

25 March 2012

Rumah Cahaya Kampung Sungai Tengas.

  Rumah Cahaya Kampung Sungai Tengas terletak di dalam daerah Kulim, Kedah. 23km dr pusat bandar. Penghuninya adalah warga-warga emas. Hanya mempunyai 12 biji rumah. Rumah-rumah ini telah di bangunkan oleh Jabatan Kebajikan Masyarakat Daerah Kulim.


Pada 5.Julai.2011, Rumah Cahaya Kampung Sungai Tengas telah bertukar wajah. Kegembiraan jelas terpancar di wajah penghuni-penghuni di situ. 

Bergambar untuk Kosmo.

Jom kita lihat wajah Rumah Cahaya Kampung Sungai Tengas.

Bahagian Ruang Tamu.



Di dalam bilik tidur.

Di bahagian dapur

Di bahagian belakang rumah.


Jika anda melalui kawasan daerah Kulim. Tidak salah untuk berhenti beramah mesra atau bertanya khabar kepada warga tua di situ.

10 October 2011

Buka Mataku Buka Hatiku


Buka mataku buka hatiku
Allah terangilah hidupku dengan SinarMu
Aku meraba tak berdaya
Tanpa RahmatMu aku hilang
Beribu dosa telah terjadi
Mewarnai langkahku
Hitam diri hitamlah hari yang lalu
Bila tanpa CahayaMu gelap seluruh hidupku
Tak berdaya tak berarti sia-sia
Tak mungkin bisa ku sempurna mencintaiMu seperti ke-Maha-an Mu
Diri yang hina berlumur noda
Hanya bersimpuh memohon belas kasihan

25 August 2011

Kesal & Kecewa


Semalam aku telah membuat satu kesalahan dalam hidupku. Aku amat kesal dan kecewa. Selama bertahun aku pertahankan. Mengapa semalam aku boleh tewas? Aku tak dapat nak disembunyikan lagi perasaan kecewaku. Bagaimana harus ku teruskan lagi.
Aku berjanji tidak akan mengulangi lagi. Ya Allah! Ampuni lah aku!
Ok lah.. kak sambung sedih. Mood pun dah xde.. Assalamualaikum.

17 August 2011

Mimpi Buaya.



Aku baru sahaja bermimpi hampir digigit buaya. maksudnya: Akan mendapat kesusahan atau masalah.
Pe lagi agaknya yang aku akan hadapi. kena bersedia dari sekarang.Tapi aku takut tak mampu nak menghadapinya. Memandangkan sekarang bulan puasa, lagi berapa hari lagi nak raya dan sekarang tengah berniaga. Pe masalah yang akan datang?
Apabila teringat akan surah Al Baqarah ayat 286: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." Aku jadi kuat. Aku redha walauapapun akan terjadi. akan ku cuba berlawan..
اللهـمــﮯ صلىــﮯ علىــﮯ محمـــدً وآلـﮯ محمــدَ

19 June 2011

Laguku Untukmu

Mari kita layan lagu dari Kangen Band..
Lagu ini mengingatkan aku tentang seseorang....

05 April 2011

11 January 2011

Kesal

Berulang kali ku cuba mengerti
Namun kau tak pernah untuk menyedari
Walaupun akhirnya semua kan berlalu
Hadapi kenyataan
Biarpun penuh berduri
Harusku hadapi

Tuk sejenak diri lupakan problema
Agar lepas dari segala prasangka
Aku cuba berlari
Ikuti langkahku
Menyongsong matahari
Biarlah kan ku tempuh
Jalan hidup sendiri

Tanpa engkau lagi ingin kubuktikan semua
Bahwa diri ini bukanlah sekadar
Boneka yang dapat kau jadikan mainan

Resahku kerna dia
Kesalku kerna dia
Harapan hidup berdua
Ternyata sia-sia

Resahku kerna dia
Kesalku kerna dia
Lebih baik putus saja
Daripada tersiksa
Hidupku jadinya
O...O...O...

10 January 2011

Nama Yang Baik Dalam Harapan


  Nabi SAW pergi mengunjungi rumah anaknya Fatimah yang baru melahirkan seorang anak lelaki. Kegembiraan kelihatan di wajah baginda mempunyai cucu sebagai penyambung keturunannya nanti.

     "Mana cucuku, apa nama yang kau berikan?" demikian Nabi SAW berkata sesampainya baginda di rumah Fatimah.

     "Aku berikan nama 'Harba'," jawap Ali bin Abi Thalib sebagai ayah kepada cucu baginda yang baru lahir itu.

     "Namai beliau Hassan." kata Nabi SAW pula.
  Lalu dinamakan cucu itu dengan nama Hassan bin Ali. Nama "Harba" yang mula diberikan bapanya (Ali) bererti "peperangan". Ali, sebagai seorang mujahid memamang mengalir jiwa jihad dalam pahlawan dan sedia berjuang di medan jihad. Begitu besar dan hebat harapannya.

  Tetapi Nabi tidak menyetujuinya walaupun hasrat Ali itu baik. Nama Hassan yang digantikan pula membawa erti "baik" Namun Ali dan Fatimah gembira di atas kurniaan Allah itu.

  Beberapa tahun kemudian Fatimah melahirkan seorang lagi anak lelaki. Bapanya Ali bin Abi Thalib memberikan nama "Harba", iaitu pengaruh jiwa jihad dalam dirinya. Ketika Nabi SAW mengunjungi mereka, Nabi bertanya "Perlihatkan cucuku kemari, apa nama yang kau berikan."

     "Harba," jawap Ali bin Abi Thalib.
     "Yang benar namakan beliau Hussein," jawap Nabi SAW seperti dahulu lagi mengantikan nama yang diberikan oleh Nabi SAW.

  Kedua mereka Ali dan Fatimah bagaimana pun bersetuju nama baru yang diberikan oleh Nabi SAW.

  Hassan dan Hussein memang dua nama yang terkenal akhirnya. Nabi SAW yang menggantikan nama "Harba" dengan nama yang tersebut yang keduanya bererti "baik". Inilah nama yang tetap terkenal.
  Beberapa tahun kemudian Fatimah melahirkan seorang lagi anak lelaki dan bapanya Ali masih memberikan nama "Harba" seperti pada saudaranya Hassan dan Hussein. Nabi SAW yang mengunjungi keluarga Ali untuk melihat cucunya ketiga, seperti dahulu juga menanyakan nama yang diberikan.  Ali memberitahu baginda nama cucundanya ialah "Harba". Mendengarkan itu sekali lagi baginda menukarkan dengan nama "Muhsin" iaitu bererti "Orang yang baik sikap, suka melakukan yang baik dan berkebajikan". Nama itu diterima mereka dan digunakan padanya walaupun Muhsin meninggal semasa kecil lagi.

  Hassan, Hussein dan Muhsin, tiga nama yang diberikan Nabi kepada ketiga cucu baginda walaupun bapanya Ali setiap kali kelahiran cucu itu diberi nama "Harba'.

     "Aku beri nama demikian menyerupai nama anak-anak Nabi Harun AS, iaitu Syabbar, Syubair dan Musyabbir," demikian penjelasan Nabi kepada Ali.

  Begitulah Nabi SAW memberikan perhatian besar tentang nama. Baginda inginkan nama-nama baik bagi keluarganya erti dan mengandungi harapan baik pada diri orangnya.

  Abu Musa Asy'ary dikurniakan seorang anak lelaki dan beliau memberitahu kepada Nabi SAW lalu baginda menamainya "Ibrahim" seperti nama anak baginda yang meninggal waktu kecil. Baginda turut mendoakan semoga Allah memberkatinya.

  Umar bin Khathab mempunyai anak perempuan dinamakan "Ashiyah", bererti "Penderhaka". Apabila diketahui baginda maka ditukarkan dengan nama lebih baik, "Jamilah" (yang cantik).

  Kamu nanti di Akhirat akan dipanggil dengan namamu dan nama ayahmu, kerana itu baikilah namamu (hendaklah memberikan nama yang baik)." Demikian Nabi SAW memberitahukan maksud nama dalam kehidupan diri seseorang.

05 January 2011

Suka Duka


  Allah telah mengurniakan Nabi SAW dengan tujuh orang anak iaitu tiga lelaki dan empat perempuan. Lelakinya diberi nama: Kassim, Abdullah dan Ibrahim, manakala yang perempuan bernama: Zainab, Rukayah, Ummu Kaltsum dan Fatimah. Kesemua anak-anak ini lahir dari isteri pertama baginda iaitu Khadijah binti Khuwailid, kecuali Ibrahim lahir dari ibunya Mariyah Qibthiyah.
  Anak-anak lelaki baginda dari Khadijah telah meninggal semasa kecil lagi. Begitu juga Ibrahim meninggal dunia ketika berusia belum sampai dua tahun. Anak-anak baginda yang perempuan terus dipanjangkan umur dan dapat menyaksikan perjuangan ayahanda mereka sebagai Rasul Allah dan Ketua Negara.
  Anak-anak Rasulullah telah disebut sebagai anak-anak pilihan dari Allah yang bagus rupanya dan baik kelakuan. Walaupun anak kepada Nabi Allah manakala ibunya adalah hartawan Mekah yang terkenal, namun mereka tetap sebagai anak yang selalu merendah hati dan tidak angkuh. Mereka dididik dengan sempurna di rumah keluarga Nabi SAW iaitu tempat terpancarnya uswah, ikutan yang baik bagi orang ramai.
  Mereka semua meningkat dewasa dan akhirnya berumahtangga. Kini Nabi mempunyai cucu-cucu, ada yang meninggal sewaktu kecil dan ada yang panjang usianya.
  Di antara cucu-cucu baginda yang terkenal ialah Hassan dan Hussein dari ibunya Fatimah yang bersuamikan Ali bin Abi Thalib. Dari Fatimah juga lahir cucu-cucu perempuan iaitu Ruqayah, Zainab dan Ummu Kaltsum dan dari merekalah berkembangnya keturunan Nabi SAW.
  Cucu-cucu lain baginda yang lain ialah Umamah dari ibunya Zainab dan bapanya Abu Ash bin Rabi'. Cucunya yang bernama Abdullah telah meninggal di Habsyah semasa kecil lagi, ibubapanya ialah Ruqayah dan Utsman bin Affan.

 Berikut adalah beberapa kisah Nabi bersama-sama cucu-cucunya:
  Pada suatu hari Nabi SAW sedang bersujud dalam salatnya. Datang Hassan yang masih kecil lalu menaiki di belakangnya seolah beliau menunggangi kuda. Nabi SAW terus diam dalam berkeadaan sujud sehingga Hassan beralih dari belakangnya. Para sahabat yang melihat tertanya-tanya dalam hati betapa lemah-lembutnya baginda dengan anak kecil.

  "Lama sekali engkau sujud?" demikian tanya sahabat.
  "Cucuku ini menunggangi belakangku. Aku tidak suka cepat-cepat bangun," jawap Nabi SAW.

  Suatu ketika yang lain, baginda membawa Umamah yang masih kecil semasa melakukan salat Umamah diletakkan di bahu semasa berdiri salat dan sewaktu ruku, anak itu diletakkan ke bawah. Pada masa baginda tegak kembali. Umamah pun baginda angkat semula ke atas bahunya.
  Suatu hari baginda kembali dari pasar bersama Abu Hurairah, lalu baginda terus ke masjid. Sambil itu baginda meminta diambilkan cucunya kepada Abu Hurairah. Abu Hurairah pun segera pergi memanggilnya dan datanglah Hassan. Baginda pun segera memeluknya seraya mencium dengan penuh kasih sayang.
  Para sahabat juga mencontohi Nabi SAW dan sering memangku cucu-cucu Nabi dan begitu juga mereka berlemah lembut dengan anak-anak.
  Anak baginda Fatimah yang bersuamikan Ali bin Abi Thalib sebagai penerusnya keturunan baginda. Bagaimana kedudukan Nabi SAW., Fatimah membawa dirinya dengan penuh kesederhanaan hidup. Walaupun harta benda melimpah datang ke Madinah kerana luasnya pengaruh Islam, namun Fatimah tidak tengelam punca atau mempergunakan kedudukan ayahnya untuk mempermewahkan diri dan keluarganya. pernah beliau mengalami lapar sehingga susut wajahnya. Imran bin Hussein yang melihatnya berasa amat kasihan bagaimana anak Rasulullah mendapat derita sedemikian rupa. Malah tanggannya pecah-pecah kerana banyak menumbuk bahan makanan yang dibuat sendiri.
  Baginda Rasulullah mengetahui hal ini tetapi baginda tidak mempergunakan kedudukannya untuk melebihkan Fatimah dari orang lain. kerana tidah ada hak yang dapat diberikan maka tidak akan memberikan sesuka hatinya. Keluarga Nabi SAW tidak boleh menerima sedekah sehingga tidak juga boleh sewenang-wenang memberi dan menerima. Mereka hanya boleh menerima hadiah kerana hadiah itu datang atau diberikan kerana sangat cinta atau sayang kepada seseorang. Tetapi sedekah dan Zakat mempunyai fungsi yang berlainan, iaitu pembersihan harta seseorang dari kotoran-kotoran yang mungkin ada dari pengumpulan harta kekayaan. Keluarga Nabi SAW tidak boleh menerimanya.
  Maka bagi menghadapi kelaparan dan kesengsaraan, baginda telah memberikan doa kepada Fatimah agar dibacanya apabila mengalami keadaan demikian itu. Sebagai sorang puteri Rasul, Fatimah tidak sunyi dari derita dan sengsara dalam kehidupannya . kerana itu beliau telah mendapat julukan sebagai pemuka wanita Muslimah, wanita ahli Syurga.

Jangan Putuskan Silaturahmi

  Janganlah engkau sekali-kali memutuskan tali silaturahmi.  Sebab kerabat adalah beg yang bergelantungan di 'Arsy yang berkata, "Ya Allah, ya Tuhanku, sambunglah silaturahmi dengan orang yang telah menjalin hubungan denganku dan putuskanlah hubungan orang yang memutuskan hubungan denganku." Imam Ja'far al-Shadiq berkata, "Kelak di hari kiamat, kerabat akan bergantungan di 'Arsy seraya berkata, 'Ya Allah, ya Tuhanku, sambunglah tali silaturahmi dengan orang yang telah menjalin hubungan denganku, dan putuskanlah hubungan orang yang telah memutuskan hubungan denganku."


 Aku telah merasakan sesuatu yang luar biasa dan bermanfaat besar dari silaturahmi apalagi memutuskan hubungan kekerabatan. Sungguh, janganlah engkau melakukannya. Sebaiknya engkau memaafkan mereka yang telah memutuskan hubungan denganmu.


 Wahai temanku, hendaknya engkau memperhatikan keadaan orang-orang yang memerlukan. Terlebih jika mereka adalah kaum kerabat dan tetanggamu. Nescaya engkau akan memperoleh kemulian baik di dunia mahupun akhirat. Jagalah dirimu dari berbagai gangguan mereka. Nescaya Allah SWT akan rela terhadapmu. Imam Ja'far al-Shadiq berkata, "Nabi Ya'qub as diuji Allah SWT dengan hilangnya Yusuf as kerana kelalaian beliau terhadap salah seorang sahabatnya ketika menyembelih seekor kambing gemuk." Dalam riwayat lain disebutkan bahwa dikeranakan Nabi Ya'qub lalai kepada tetangga yang berada dalam kesusahan, yang tak punya makanan apapun untuk berbuka puasa, Allah SWT memberinya cubaan dengan menhilangkan Yusuf. Imam Ja'far al-Shadiq berkata, "Nabi Ya'qub as diuji Allah dengan hilangnya Yusuf as kerana kelalaian beliau terhadap salah seorang sahabatnya sewaktu menyembelih seekor kambing gemuk. Beliau lalai dan tidak memberi daging sembelihannya kepada sahabatnya itu yang sedang bingung lantaran tak punya apapun untuk berbuka. Setelah berlalunya kejadian itu, hampir setiap pagi terdengar seseorang meneriakan perkataan, 'Barangsiapa tidak berpuasa, lihatlah makan siangnya Ya'qub. Begitu pula di petang harinya, "Barangsiapa berpuasa, lihatlah buka puasanya Ya'qub."' Imam Ali Zainal Abidin bin Husain al-Sajjad berkata, "Ketika mendengar perkataan mereka(anak-anaknya) Ya'qub memohon perlindungan kepada Allah SWT, bersedih hati, dan menangis, lalu menyebutkan apa yang telah diwahyukan Allah SWT kepadanya agar selalu bersedia menghadapi musibah dan tunduk kepadanya. Lalu mereka berkata: Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (buruk) itu. (Yusuf:18)

08 December 2010

Salam Maal Hijrah

  Peristiwa penghijrahan Rasulullah SAW dari Kota Mekah ke Kota Madinah, telah berlaku 1432 tahun dahulu. Semenjak dari tarikh tersebut, umat Islam telah mengalami pelbagai peristiwa, kisah suka duka, kejayaan dan kegagalan, mehnah dan tabulasi dalam menegakkan dan memertabatkan agama Allah di muka bumi ini.
  Sejak kita mengenal dunia, saban tahun kita diingatkan dengan peristiwa Hijrah yang agung ini. Tetapi adakah kita mengingsafi akan falsafah sebenar disebalik tuntutan untuk mengingati peristiwa ini?.
  Falsafah hijrah yang telah disemai dan dididik oleh Rasulullah s.a.w ke dalam diri sahabat r.a ini perlu dihayati oleh generasi Islam masa kini. Sekiranya dengan berbekalkan falsafah hijrah, Rasulullah s.a.w berjaya membentuk sebuah masyarakat Islam yang unggul dan menjadi tuan kepada masyarakat-masyarakat yang bukan Islam di sekeliling Madinah, maka mengapa tidak generasi Islam masa kini menjadikannya sebagai neraca untuk membentuk masyarakat yang unggul dan disegani dalam segenap lapangan?
  Tidak keterlaluan jika saya mengatakan umat Islam gagal menghayati falsafah hijrah yang diterapkan oleh Rasulullah saaw. Apa yang ada dapat dihayati jika pemimpin Islam yang diharapkan masih lagi bernaung di bawah ketiak Amerika?  Sekembalinya kita dari musim haji baru-baru ini, terus kita berdakapan dengan budaya barat. Patutkah?
  Perkara yang sama juga berlaku kepada cucunda Nabi Muhammad saaw iaitu Hussein yang berhijrah ke Kufah tetapi akhirnya syahid di medan Karbala dalam keadaan penuh tragis. Namun, berapa ramai yang menghayatinya? Berapa ramai mengetahui Karbala itu di mana? Berapa ramai yang tahu kisah Hussein? Kalau dah Karbala pun tak tahu di mana, menghayatinya jauh sekali.
  Penghijrahan Hussein bukanlah satu perkara yang sia-sia tanpa manfaat. Bermulanya penghijrahan beliau kerana enggan berbaiah kepada Yazid Ibn Muawiyah yang terkenal dengan kefasikannya. Demi menyelamatkan Islam, beliau redha kepalanya dipancung. Darah suci beliau dan ahli keluarganya yang dibunuh oleh tentera Yazid bersimbahan di tanah Karbala sebagai saksi kebenarannya di akhirat kelak.
  Ia bukannya mengenai Syiah atau Sunni, sebaliknya ia mengenai tanggungjawab kita kepada keluarga Rasulullah saaw. Ianya tidak terbatas kepada Syiah dan Sunni sebaliknya ia significant kepada seluruh umat Islam. Bukankah semua umat Islam mencintai keluarga Rasulullah saaw?
  Begini sajalah, kepada mana-mana pihak yang gagal menghayati penghijrahan Rasulullah saaw saya harap belajar-belajarlah untuk sedar dan banyakkan doa untuk mendapat hidayah.
  Dan khusus juga kepada pihak yang enggan menghayati penghijrahan Hussein, nasihat saya janganlah memandang rendah dan menghina pihak yang menangisi serta menghayati penghijrahan Hussein. Bukan apa, takut kita pulak yang dihina oleh Allah swt kelak di akhirat. Ada yang nak bersedih kerana syahidnya Hussein? Biarkanlah mereka. Anda tak rugi apa pun.
  Kepada yang nak menjadi 'Tuhan' dengan fatwa-fatwa "kamu masuk neraka, aku masuk syurga", saya harap berubahlah. Ambik iktibarlah dengan bermulanya maal hijrah ini.
Di sini saya titipkan sebuah hadis, semoga dapat dicerna dengan baik.

Dalam Sahih Tirmidzi hadis bernombor 3860:
Abu Said al-Asyajj menceritakan kepada kami, Abu Khalid al-Ahmar memberitahukan kepada kami, Razin memberitahukan kepada kami, dia berkata Salam menceritakan kepada kami, dia berkata: Aku masuk menghadap Ummu Salamah sedangkan dia tengah menangis lalu aku berkata: Apa yang membuat kamu menangis? Dia berkata: Aku bermimpi melihat Rasulullah saw, sedangkan di atas kepala dan janggut beliau terdapat debu. Lalu aku bertanya: Apa yang terjadi pada engkau Wahai Rasulullah. Beliau bersabda: “Aku baru saja menyaksikan pembunuhan Al-Husin.”